muderfucker
22-04-2009, 00:57
http://www.kompas.com/data/photo/2008/05/22/180129p.jpg
Kamis, 22 Mei 2008 | 17:59 WIB
JAKARTA, KAMIS - Selincah belalang, robot kecil yang dikembangkan para peneliti Swiss mempu melompat sejauh 27 kali lipat daripada panjang tubuhnya. Robot tersebut akan sangat bermanfaat untuk menyurvei lokasi-lokasi yang tidak dapat dilakukan robot beroda atau berkaki.
"Kami membuatnya meiliki kemampuan melompat setara dengan belalang," ujar Mirko Kovac, dari Laboratorium Sistem Intelegensia Politeknik Federal Ecole Lausanne (EPFL) Swiss. Kemampuanya menyamai belalang gurun yang dapat melompat hingga satu meter meskipun panjang tubuhnya hanya tiga centimeter.
Untuk menghasilkan lompatan yang hebat, Kovac dan timnya memang meniru desain sistem biomekanika belalang gurun. Mereka memanfaatkan teknik menyimpan energi yang dilakukan kutu, belalang, maupun katak.
Energi disimpan menggunakan baterai berukuran mini dan saat terkumpul sampai ke puncaknya akan menggerakkan motor dan melepaskan dua buah pegas sehingga menghasilkan daya dorong sangat kuat. Hanya dalam tiga menit pengisian energi, robot dapat melompat sebanyak 320 kali.
"Lompatan biomimetik semacam ini sangat unik karena dapat dipakai robot berukuran kecil untuk bergerak ke berbagai jenis permukaan yang tidak dapat dijelajahi robot berkaki maupun robot beroda," ujar peneliti lainnya Dario Floreano. Ia mengatakan pada pengembangan selanjutnya, robot tersebut mungkin akan dilengkapi sel surya sehingga proses pengisian energi dapat terus berkesinambungan.
Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam Konferensi Internasional IEEE (International of Electrical dan Electronics Engineers) di pasadena, California, AS, Rabu (21/5). Robot semacam ini menarik perhatian para peneliti robot di seleuruh dunia karena berpotensi mengeksplorasi daerah-daerah yang sulit dijangkau baik di Bumi maupun di planet-planet lainnya.
WAH
Sumber : LIVESCIENCE
Kamis, 22 Mei 2008 | 17:59 WIB
JAKARTA, KAMIS - Selincah belalang, robot kecil yang dikembangkan para peneliti Swiss mempu melompat sejauh 27 kali lipat daripada panjang tubuhnya. Robot tersebut akan sangat bermanfaat untuk menyurvei lokasi-lokasi yang tidak dapat dilakukan robot beroda atau berkaki.
"Kami membuatnya meiliki kemampuan melompat setara dengan belalang," ujar Mirko Kovac, dari Laboratorium Sistem Intelegensia Politeknik Federal Ecole Lausanne (EPFL) Swiss. Kemampuanya menyamai belalang gurun yang dapat melompat hingga satu meter meskipun panjang tubuhnya hanya tiga centimeter.
Untuk menghasilkan lompatan yang hebat, Kovac dan timnya memang meniru desain sistem biomekanika belalang gurun. Mereka memanfaatkan teknik menyimpan energi yang dilakukan kutu, belalang, maupun katak.
Energi disimpan menggunakan baterai berukuran mini dan saat terkumpul sampai ke puncaknya akan menggerakkan motor dan melepaskan dua buah pegas sehingga menghasilkan daya dorong sangat kuat. Hanya dalam tiga menit pengisian energi, robot dapat melompat sebanyak 320 kali.
"Lompatan biomimetik semacam ini sangat unik karena dapat dipakai robot berukuran kecil untuk bergerak ke berbagai jenis permukaan yang tidak dapat dijelajahi robot berkaki maupun robot beroda," ujar peneliti lainnya Dario Floreano. Ia mengatakan pada pengembangan selanjutnya, robot tersebut mungkin akan dilengkapi sel surya sehingga proses pengisian energi dapat terus berkesinambungan.
Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam Konferensi Internasional IEEE (International of Electrical dan Electronics Engineers) di pasadena, California, AS, Rabu (21/5). Robot semacam ini menarik perhatian para peneliti robot di seleuruh dunia karena berpotensi mengeksplorasi daerah-daerah yang sulit dijangkau baik di Bumi maupun di planet-planet lainnya.
WAH
Sumber : LIVESCIENCE